Dari jaman Pak Harto sampai sekarang tetap saja masih ada MOS. MOS yang semula gunanya untuk memperkenalkan sekolah dan melatih mental kini beralih fungsi menjadi tempat balas dendam dan cari sensai pada adik-adik kelas.....
Coba anda pikirkan, dari dulu walaupun ada MOS sifat pelajar Indonesia tetap saja sama.... tetap buruk
Kegiatan MOS menurut saya sebaiknya diisi dengan kegiatan upacara,PBB,dan pengenalan sekolah .
Jika anda berkata bahwa MOS berguna supaya lebih akrab pada senior,mengapa tidak diganti dengan kegiatan retreat saja ??? ato games2 sederhana lainnya yang menggunakan kerja sama kelompok...
Kemudian, dengan dipakainya bermacam2 atribut konyol oleh siswa, mental siswa bisa berubah ??
kalau bisa berubah mengapa MOS diadakan di SMP SMA dan UNIV ??? kenapa tidak sekali saja ? hal ini berarti MOS tidak berguna .....
Selanjutnya, tentang yel2 yang sering mengatakan bahwa kakak osis selalu benar,, emangnya mereka Tuhan ?? jadi anda jangan mau diperintah oleh kakak2 osis kalian jika hal tersebut tidak masuk akal...
Minggu, 07 Oktober 2012
Selasa, 02 Oktober 2012
The Short Story of Legend of Tangkuban Perahu + Moral Value
This story is from West Java at Bandung,
Indonesia.
A
long time ago, lived Dayang sumbi. She had a son, his name was Sangkuriang.
Because of disobedience, Dayang sumbi cast away Sangkuriang.
After
many years in exile. Sangkuriang met a beautiful girl, and wanted to marry her.
But he didn’t know that girl was Dayang Sumbing. But she realize that he was
Sangkuriang before wedding day. So, she wanted to prevent the marriage, she
asked Sangkuriang to build a dam on the river and a large boat to cross the
river before sunrise. When Dayang Sumbi knew that his tasks almost completed,
she asked her workers to spread silk clothes east of city to impression
sunrise. Sangkuriang was fooled, and
upon believing that he had failed, kicked the dam and the unfinished boat,
resulting in severe flooding and the creation of Tangkuban Perahu from the hull
of the boat.
- We must obey our parents
- Don't be cruel to our childs
- Don't marry our parrent
- Don't be sly
Langganan:
Postingan (Atom)
