Saya adalah warga negara asli Indonesia, jadi saya sudah bersekolah di Indonesia sejak saya TK,SD,SMP, hingga saya SMA saat ini. Saya disekolahkan orang tua saya di sekolah swasta biasa saja, bukan sekolah internasional. Apakah saya senang atau puas sekolah di Indonesia ? Tentu jawaban saya TIDAK, mengapa ? Karena sekolah-sekolah di Indonesia tidaklah fokus, contohnya saja ada banyak sekali mata pelajaran yang kita pelajari baik suka maupun tidak suka, mau tidak mau. Seharusnya kita hanya fokus pada bidang tertentu saja, yang kita bisa dan kita gemari. Karena tidak semuanya itu akan berguna di kemudian hari kelak. Bagaimanakah seorang guru yang tidak bisa menguasai semua mata pelajaran menyuruh kita mengusai semua mata pelajaran ? Contohnya coba saja guru mat untuk olar raga atau kesenian, guru fisika untuk menghafal sejarah atau biologi, pasti mereka tidak akan bisa. Semua guru ingin menjadikann murid-muridnya guru, guru sejarah ingin muridnya pintar seperti guru sejarah, guru matematika ingin muridnya pintar seperti gurunya, dll. Lalu bagaimana dengan anak yang bisa menguasai semua mata pelajaran ? Sekali lagi, tidak semuanya akan terpakai di kemudian hari. Terus bagaimana dengan kita yang sudah terlanjur tidak masuk sekolah internasional? Janganlah khawatir, fokuslah pada apa saja yang anda tekuni dan beri nilai yang cukup saja, tidak lebih pada mata pelajaran yang tidak kita tekuni. Jika ada orang tua anda di rumah anda, tolong panggillah mereka dan membaca tulisan saya sebentar saja, dan jika orang tua yang membaca tulisan saya, saya hanya ingin mengingatkan jangan memberi les tambahan pada anak anda mata pelajaran yang lemah, tetapi berilah les tambahan pada mata pelajaran yang kuat agar anak-anak anda dapat fokus kepada apa yang mereka sedang tekuni.
Saya menulis kembali ide ini bedasarkan pendapat Deddy Corbuzier tentang keadaan sekolah di Indonesia
Jika anda tersadar dengan tulisan ini, saya di sini memberikan selamat dan tepuk tangan yang meriah untuk anda.
Saya Yosua Kristanto, mohon komentar dari anda, maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan, terima kasih.
